«

»

Apr 27

SMK Tzu Chi : Tzu Shao 少

Tzu Shao慈少

Tanggal 18 April 2015 kegiatan Tzu Shao SMK Cinta Kasih Kasih Tzu Chi dengan komunitas Tzu Chi (FILEminimizer)

Tanggal 18 April 2015 kegiatan Tzu Shao SMK Cinta Kasih Kasih Tzu Chi dengan komunitas Tzu Chi (FILEminimizer)

Tzu-Shao adalah kelompok pemuda di bawah afiliasi cabang Tzu-Chi. Tzu-Shao menyediakan pintu bagi remaja untuk melangkah ke dunia Tzu-Chi dengan memungkinkan mereka untuk memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip Tzu-Chi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan filosofi Tzu-Chi sebagai panduan, Tzu-Shao berharap untuk menanamkan kepercayaan umum dalam anggota mereka, termasuk: menjadi hormat kepada semua bentuk kehidupan, mensyukuri apa yang dimiliki dan lain-lain.

Kegiatan Tzu Shao dilakukan 1 bulan sekali di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dengan berbagai kegiatan menarik di dalamnya. Contohnya: Berkunjung ke RSKB Cinta Kasih, Berkunjung ke Panti, Membersihkan lingkungan sekitar, Games menarik dan lain-lain. Pada tanggal 18 April 2015, Tzu Shao yang dimulai pada 07:00 WIB di temani oleh para Tzu Ching melakukan berbagai permainan menarik serta menonton ceramah Master.Seperti biasa sebelum memulai kegiatan, kita membuka acara dengan berdoa terlebih dahulu, melakuka penghormatan kepada Master dan membaca 10 sila Tzu Chi dan dilanjutkan dengan memulai permainan.

Permainan pertama merupakan permainan yang melatih daya ingat kita dengan mengingat Nama – Tanggal Lahir – Nama Panggung. Permainan ini dimaksudkan agar kita lebih mengenal sesama anggota Tzu Shao dan juga menghargai orang yang sedang berbicara, dengan permainan ini kita akan lebih fokus mendengar yang lain berbicara dan mengingatnya. Karena, tanpa disadari kita tidak menghargai orang yang sedang berbicara dan menganggap remeh, jadi diharapkan dengan permainan sederhana ini, kita lebih tersadar untuk menghargai orang yang sedang berbicara.

            Permainan kedua dinamakan “Jika dan Maka”, permainan ini termasuk dalam salah satu permainan Ice Breaker yang lumayan terkenal, sebenarnya permainan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kejenuhan setelah lelah menghadapi Ulangan Tengah Semester. Cara bermainnya yaitu dengan membagi 2 kelompok yaitu “Kelompok Jika” dan “Kelompok Maka”. Kelompok Jika akan membuat kalimat dengan awalan Jika, sedangkan Kelompok Maka akan membuat kalimat awalan Maka. Kemudian kalimat-kalimat tersebut akan digabung menjadi satu kalimat yang unik dan lucu. Permainan ini berlangsung dengan begitu seru dan sangat menghibur peserta Tzu Shao. Setelah bermain, acara ditutup dengan mendengar ceramah Master, melakukan penghormatan kepada Master dan pembagian konsumsi untuk para peserta Tzu Shao.

            Dengan mengikuti kegiatan Tzu Shao rutin ini, para Peserta Didik mendapat pelajaran yang terpakai selama hidup, yang tak bisa didapatkan dalam pelajaran akademik. Dengan meluangkan waktu hanya sebulan sekali acara diadakan, namun jika dengan sepenuh hati menjalankannya akan mendapat pelajaran yang begitu berharga. Hendaknya kegiatan ini dapat mengembangkan hati para anggota Tzu Shao dengan penuh cinta kasih dan welas asih yang merupakan cita-cita Master.

“Melangkah di jalan yang benar, berusaha dengan cara yang benar, tampilkan niat yang tulus dan benar dengan tindakan nyata.”

-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

Artikel :  Agnes Darius – SMK Tzu Chi X-AK

 


Para sahabat Tzu Shao dengan hikmadnya mendengarkan Ceramah Master Cheng Yen (FILEminimizer)

Para sahabat Tzu Shao dengan hikmadnya mendengarkan Ceramah Master Cheng Yen (FILEminimizer)

Pagi hari menjelang di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Tampak beberapa muda-mudi berkumpul di depan gedung. Mereka adalah relawan Tzu Ching yang tengah mempersiapkan acara Tzu Shao pada hari ini tanggal 18 April 2015. Relawan yang berjumah hampir sebanyak 120 orang terdiri dari berbagai kalangan pria dan wanita, muda dan senior bahu membahu saling membantu. Tampak semuanya sangat antusias dengan kegiatan Tzu Shao yang diadakan hari ini  oleh relawan Tzu Ching. Tepat pukul 6.45 pagi relawan yang ingin bersumbangsih telah kumpul di halaman sebagian dan mengisi absen yang telah disediakan adapun yang membawa bekal berupa sarapan dan makanan ringan seadanya bagi yang belum sempat menikmati sarapan pagi. Terdengar gelak tawa semua relawan.  Jam menunjukkan pukul 7.00 WIB, para guru selaku mentor mendampingi para sahabat Tzu Shao untuk membawa ke ruang Aula Lantai dua SMK Cinta Kasih Tzu Chi dimana kegiatan itu diadakan.

Acara dibuka dengan penghormatan kepada Shi Gong Shang Ren (Master Cheng Yen), melakukan doa bersama agar masyarakat dapat hidup tentram, damai serta dunia terbebas dari bencana.  melakukan Pradaksina agar hati dan pikiran tenang dalam menerima materi-materi yang akan diberikan. Acara pertama di isi dengan Ice Breaking. Untuk menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara relawan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara relawan yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat dan “Keseimbangan Sikap adalah Penentu” unsur keseimbangan yang menyangkut kehidupan kita. Balance itu salah satu unsur penting yang harus kita kuasai kan dalam menjalankan hidup, contoh paling simple adalah balancing antara otak kiri dan otak kanan. Di keseharian kita biasa mendapatkan teori-teori untuk mengasah kemampuan berpikir otak kiri kita tapi bagaimana dengan otak kanan? Sangat disayangkan jika otak kanan hanya dipandang sebelah mata, makanya itu diperlukan sebuah terobosan untuk lebih memberdayakan otak kanan kita, salah satunya dengan games semacam ice breaking.

Guru selaku mentor juga turut serta dalam permaianan tersebut, salah satunya Bu Minda sedang menjawab permaianan (FILEminimizer)

Guru selaku mentor juga turut serta dalam permaianan tersebut, salah satunya Bu Minda sedang menjawab permaianan (FILEminimizer)

Ice Breaking yang pertama dilakukan adalah “Siapa Dia” . Kami semua membuat lingkaran besar dan menunjuk seorang relawan memperkenalkan nama dan nama panggung nya, kemudian relawan kedua untuk mengulang kalimat relawan pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya begitupun selanjutnya , apabila relawan yang lain tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 3 relawan lainnya, maka ia akan menanyakan langsung pada yang bersangkutan tentang nama dan nama panggungnya. Dengan demikian kami akan mengakrabkan diri satu sama lainnya dan saling bahu-membahu dalam menggarap ladang berkah. Dilanjutkan oleh ice breaking yang kedua yaitu games “Jika Maka” kami membentuk 6 kelompok yang ditentukan oleh penomoran. Kelompok 1,2, dan 3 diberikan nama “Jika” dan kelompok 4,5 dan 6 diberi nama “Maka”. Semua kelompok “jika” diminta menulis kata-kata yang berawalan “jika” dan Semua kelompok “maka” diminta menulis kata-kata yang berawalan “maka”. Setelah itu 1 orang secara sukarela dari “kelompok jika”, dan 1 orang dari “kelompok maka”, masing-masing diminta berdiri dan bersiap-siap membaca dengan lantang. Games ini adalah mencari pasangan yang dapat dianggap pantas menjadi sebuah kalimat yang berhubungan, namun yang terjadi terlalu banyak kalimat yang tidak berhubungan yang mengundang seru tawa dari semua para relawan. Tzu ching pun menawarkan untuk sharing dari ice breaking yang telah dilakukan tadi, para sahabat Tzu Shao memaparkan apa pesan positif yang dapat diambil dari kegiatan tersebut.

Tak hanya diadakannya Ice Breaking untuk menimbulkan semangat para sahabat Tzu Shao, para sahabat Tzu Shao pun diputarkan video ceramah master cheng yen, dikesempatan ini salah satu relawan Tzu Chi memberikan penjelasan dan memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi bersifat universal membantu sesame tanpa memandang suku,agama, ras, maupun bangsa. Empat misi Tzu Chi yaitu kemanusiaan, kesehatan, peendidikan dan budaya humanis. Para relawan Tzu Chi pun dari berbagai usia dari muda-mudi sampai yang berusia lansia pun masih tetap ingin bersumbangsih dan bahu-membahu memperbaiki dan melestarikan lingkungan dengan melakukan daur ulang, walaupun lansia yang lain telah duduk santai menikmati hidupnya diluar sana. Secara fisik saya sangat yakin semua relawan cukup lelah. Tapi tidak tampak sedikitpun guratan dan keluhan dari bahasa tubuh maupun ucapan mereka. Perjuangan yang begitu banyak hingga tidak dapat disebutkan satu per satu telah dilalui bersama untuk menggarap ladang berkah sebelumnya, lalu apakah kita rela untuk merelakan perjuangan kita begitu saja sedangkan di depan kita ada sebuah ladang yang lebih besar yang dapat kita garap jika kita mau melanjutkan sedikit perjuangan yang telah kita lalui. Mari kita teruskan perjuangan yang telah kita lalui untuk terus melanjutkan menggarap ladang berkah kita yang semakin luas ini. Bersama-sama memberikan semangat untuk teman yang lain.

Artikel  : Wendy Odixius – SMK Tzu Chi -XAK

 

Salah satu sahabat Tzu Shao bernama Kurnia sedang menjawab salah satu permainan yang membutuhkan konsentrasi (FILEminimizer)

Salah satu sahabat Tzu Shao bernama Kurnia sedang menjawab salah satu permainan yang membutuhkan konsentrasi (FILEminimizer)

Michelle salah satu sahabat Tzu Shao yang duduk di kelas 12AK, yang telah melewati UN turut serta dalam kegiatan tzu Shao kali ini (FILEminimizer)

Michelle salah satu sahabat Tzu Shao yang duduk di kelas 12AK, yang telah melewati UN turut serta dalam kegiatan tzu Shao kali ini (FILEminimizer)

Kegiatan Tzu Shao kali ini, diwarnai dengan permainan Game seru yang didampingi oleh Ko Agung  (FILEminimizer)

Kegiatan Tzu Shao kali ini, diwarnai dengan permainan Game seru yang didampingi oleh Ko Agung (FILEminimizer)