Feb 12

Bersatu Tujuan Mencerdaskan Anak Bangsa


Rabu, 10 Februari 2016, 17 Guru dan Kepala Sekolah Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan berkunjung ke Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam kunjungan tersebut para rombongan diajak berkeliling ke area belajar mengajar siswa.

“Menjadi guru yang baik itu harus dari hati. Guru yang baik adalah guru yang tanpa pamrih, nggak itung-itungan. Jadi selalu mengupayakan dirinya menjadi manfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi kalau bisa untuk lingkungan sekitarnya,” tutur Adi D. Adinugroho, Direktur Sekolah Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Penuturan Adi tersebut menjadi salah satu latar belakang kunjungan 17 guru dan Kepala Sekolah Al-Izhar ke Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat. Sejak bertemu di beberapa sesi diskusi panel mengenai manajemen pendidikan, Adi mengaku sudah tertarik dengan gaya Tzu Chi dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak didiknya, sekaligus terkesan pada dedikasi para gurunya. “Sehingga dengan segala kerendahan hati kami ingin belajar dari sekolah ini,” tukasnya.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 10 Februari 2016 tersebut, rombongan Sekolah Al-Izhar disuguhi dengan berbagai macam tayangan. Mulai dari sejarah pembangunan Sekolah Cinta Kasih, sekilas pembahasan mengenai metode penerapan budi pekerti, sharing guru dalam masa awal, dan juga sesi tanya jawab. Kunjungan juga dilengkapi dengan tur di area sekolah mulai dari gedung A, B, dan C untuk melihat lebih jelas bagaimana kegiatan belajar mengajar, juga ruang budaya humanis serta Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan.

Adi D. Adinugroho, Direktur Sekolah Al-Izhar Pondok Labu memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan. Sejak bertemu di beberapa sesi diskusi panel mengenai manajemen pendidikan, Adi mengaku sudah tertarik dengan gaya Tzu Chi dalam memberikan pendidikan karakter bagi anak didiknya sekaligus terkesan pada dedikasi para gurunya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Sekolah Al-Izhar disuguhi dengan berbagai macam tayangan dan penampilan isyarat tangan lagu “Wajah Yang Bahagia” dari siswa kelas 4 dan 5 SD Cinta Kasih Tzu Chi.

“Terus terang saya kagum dengan bagaimana penanaman berbuat baik dalam keseharian, saya juga kagum dengan program kerelawanan yang ada di sini yang semoga kami bisa coba terapkan di sekolah kami,” ucap Adi usai berkeliling area sekolah.

Melihat sendiri bagaimana pendidikan budi pekerti diterapkan sejak dini di Sekolah Cinta Kasih, ia tidak menutup mata bahwa peran yang luar biasa harus dijalankan oleh para guru apabila ingin mewujudkan hal yang sama di sekolahnya. “Guru yang memiliki hati dan mendidik dengan tulus harus lebih banyak dikembangkan sehingga impian mencetak generasi unggulan itu bisa benar-benar tercapai,” katanya.

Kunjungan yang dilakukan sejak pukul 9 pagi hingga 1 siang tersebut memberikan banyak hal baru dan kesan positif bagi para kepala sekolah karena nilai-nilai budi pekerti yang diterapkan.

Selain di area sekolah, rombongan juga diajak melihat bagaimana relawan Tzu Chi berkontribusi langsung di dapur sekolah dan ada pula yang mendampingi guru kelas sebagai Da Ai Mama.

Kunjungan yang dilakukan sejak pukul 9 pagi hingga 1 siang tersebut memberikan banyak hal baru bagi para kepala sekolah. Salah satunya Dian Arahmi, Kepala TK Al-Izhar yang begitu tertarik dengan berbagai poster indah bertuliskan Kata Perenungan Master Cheng Yen yang ditempelkan di kelas-kelas.

“Saya terkesan dengan banyak hal, seperti nuansa kelas yang positif dan tercermin dalam kata perenungan yang sederhana seperti: Jujur, Syukur, dan banyak lainnya,” ucap Dian. “Itu berarti bahwa penanaman karakter dan nilai-nilai positif mulai ditanamkan sedini mungkin karena usia dini merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan pondasi yang kuat sehingga di tingkat selanjutnya mereka dengan mudah menerapkan karakter-karakter baik itu dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Dyah Widayati Ruyoto merasa senang dengan antusias yang ditunjukkan oleh rombongan Kepala Sekolah Al-Izhar terhadap pendidikan budi pekerti dan pendidikan karakter di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi ini. Ia berharap dengan semakin banyaknya yayasan yang tergerak dalam penanaman budi pekerti pada siswa maka nantinya generasi yang akan datang dapat merasakan manfaat pendidikan yang lebih baik. “Semoga kita bisa saling mengisi dan semoga saja apa yang ada di sini bisa berguna dan diterapkan di sana untuk kemajuan pendidikan siswa,” tutup Dyah.

Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari

Sumber : http://www.tzuchi.or.id/read-berita/bersatu-tujuan-mencerdaskan-anak-bangsa/5699

 

Feb 01

 LOWONGAN GURU

 1.  Guru Sejarah (Jenjang SMA) Urgently Required.

 2. Guru Tikom (Jenjang SMA)

 

Requirements :

  •     Pria / Wanita, sehat jasmani & rohani

  •     Pendidikan Minimal S1- sesuai dengan bidang studi yang akan diajar

  •     Pengalaman mengajar selama 2 tahun atau lebih

  •     Tekun & Bertanggung Jawab

  •     Percaya diri & mampu berkomunikasi dengan siswa secara baik tepat & terarah    

Note :

u/ Guru Sejarah, lamaran dapat di email ke “sekretariat.cktc@gmail.com” atau Walk in Interview (lamaran & interview langsung), pada hari kerja Senin – Jumat, pk. 08.00 – 11.00, dengan menyertakan :

* Surat lamaran kerja

* Riwayat Hidup

* Fotocopy ijasah, transkrip nilai.

* Surat keterangan bekerja dari lembaga pendidikan terakhir

* Pas foto 3 x 4 (2 lembar)

* Menyiapkan Micro teaching dalam bentuk format word (print komputer), materi bebas sesuai dengan jenjang yang akan di ajar. (dibawa langsung pada saat Walk In Interview).

Nov 22

Video : Hari Guru Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi – 2015

Kemeriahan hari guru di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta barat. Kegiatan ini berisikan beragam pementasan dari siswa dan siswi yang sangat menarik untuk mengungkapkan terima kasih kepada gurunya, bagaimanakah kisah selengkapnya

“Adalah lebih bijaksana memandang masyarakat dengan cinta kasih daripada dengan kekhawatiran. Karena dengan terus berbuat kebajikan dan kebaikan maka dunia yang damai dan tentram akan terwujud.”

Okt 02

Semangat untuk Menjadi Juara

Beberapa siswa/i Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat berhasil meraih beberapa penghargaan dalam kegiatan lomba SIPPA DHAMMA SAMAJJA ke-6 yang diselenggarakan di hotel Best Western Hariston, Bandengan, Jakarta Utara.

Kementerian agama RI mengadakan kegiatan lomba SIPPA DHAMMA SAMAJJA ke-6 yang diselenggarakan di hotel Best Western Hariston, Bandengan, Jakarta Utara pada 17 September 2015 sampai dengan 19 September 2015. SIPPA DHAMMA SAMAJJA adalah suatu kegiatan berkumpul  untuk unjuk keterampilan tentang ajaran Buddha. Adapun keterampilan yang diujikan ialah menyanyi solo lagu rohani agama Buddha, cerdas cermat, membuat cerita bergambar berdasarkan isi kitab suci tripitaka, dan melafalkan kitab suci Dhammapada.

Tujuan diadakan kegiatan tersebut ialah untuk  meningkatkan keyakinan melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Buddha Dhamma, meningkatkan kualitas mental dan spiritual peserta didik, menumbuh kembangkan bakat, minat, kreativitas, dan ketrampilan, serta meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial dari peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i tingkat SMP-SMA Se DKI JAKARTA. Dalam lomba tersebut, beberapa siswa/i Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat berhasil menggondol beberapa penghargaan. Itu semua dikarenakan para siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi selalu belajar dan berdiskusi dengan guru sebelum mengikuti lomba kegiatan.

Menurut Vicky Lorentsia Jonathan,’’ Saya senang bisa dapat juara 1 karena dapat memberikan kebanggaan buat sekolah. Saya juga ingin menjadi juara 1 tingkat nasional,’’ begitu katanya sambil terseyum. Bapak Supangat biasa di panggail Bpk Pangat selaku coordinator juga merasa bangga terhadap anak didiknya yang berhasil memenangkan beberapa penghargaan.‘’Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada siswa sehingga dapat memberikan rasa percaya diri,’’sementara menurut Juvanni siswa SMA sekolah cinta kasih Tzu Chi mengikuti kegitan lomba sekolah merasa tidak percaya diri namun karena bimbingan dan arahan dari Bapak pangat menjadi semangat lagi,’’ begitu ujarnya sambil terseyum.

 

No Nama Kelas Juara Keterangan
1 Vicky Lorentsia Jonathan SMP I Lomba Cerita Bergambar Tentang Buddha
2 Weinata vela chandra SMP III Lomba Menyanyi Lagu Buddhis
3 Gabriella Lioera SMK I Melafalkan Ayat Suci Dhammapada
4 Juvanni Liusadi SMK III Melafalkan Ayat Suci Dhammapada

 


Mei 13

SD Tzu Chi : DOA BERSAMA BENCANA NEPAL MEI 2015

2. hening dalam doa untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana alam Nepal 3. ucapan gan en  terlihat dari senyuman para guru terhadap para siswa yang telah menyumbang korban bencana di Nepal 4. ketulusan hati siswa memberikan sumbangan terhadap bencana

Mei 13

SD Tzu Chi : Baksos Gigi 17 April 2015

1.Relawan Tzu Chi mengecek data siswa sebelum dipriksa oleh tim dokter

1.Relawan Tzu Chi mengecek data siswa sebelum dipriksa oleh tim dokter

2. Tim dokter saat memeriksa siswa

2. Tim dokter saat memeriksa siswa

3. Cinta Kasih dan hati-hati dokter melayani siswa yang bermasalah terhadap giginya.

3. Cinta Kasih dan hati-hati dokter melayani siswa yang bermasalah terhadap giginya.

4. Suasana ruang saat Tim dokter memeriksa siswa - siswi Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi

4. Suasana ruang saat Tim dokter memeriksa siswa – siswi Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi

5. Tim Apoteker di bantu rewalan saat memberikan obat terhadap anak-anak

5. Tim Apoteker di bantu rewalan saat memberikan obat terhadap anak-anak

Mei 13

SD Tzu Chi : Ai DE XI WANG BULAN APRIL 2015 TEMA KEBERSIHAN DIRI

11.Sebagai rasa terima kasih ketua Ai De Xi Wang memberikan kenangan berupa sertifikat kepada drg. Patrina Chandra

11.Sebagai rasa terima kasih ketua Ai De Xi Wang memberikan kenangan berupa sertifikat kepada drg. Patrina Chandra

1.Kesungguhan hati dengan sikap anjali siswa Ai De Xi Wang melakukan doa sebelum kegiatan di mulai

1.Kesungguhan hati dengan sikap anjali siswa Ai De Xi Wang melakukan doa sebelum kegiatan di mulai

2.Kegiatan di mulai dengan aktivitas senam bersama, terlihat anak-anak dengan semangat  melakukan gerakan senam hu la la

2.Kegiatan di mulai dengan aktivitas senam bersama, terlihat anak-anak dengan semangat melakukan gerakan senam hu la la

3.Untuk menambah pengetahuan tentang  Kebersihan Diri,  (guru mengundah drg. Petrina Chandra dari RSKB untuk menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan gigi

3.Untuk menambah pengetahuan tentang Kebersihan Diri, (guru mengundah drg. Petrina Chandra dari RSKB untuk menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan gigi

4. Sikap siswa dengan serius saat mendengarkan penjelasan dari drg. Petrina Chandra tentang kebersihan gigi dan mulut

4. Sikap siswa dengan serius saat mendengarkan penjelasan dari drg. Petrina Chandra tentang kebersihan gigi dan mulut

5.Pemberian alat untuk kebersihan gigi berupa sikat gigi, odol yang diberikan oleh drg.Petrina Chandra kepada pengurus kegiatan Ai De Xi Wang

5.Pemberian alat untuk kebersihan gigi berupa sikat gigi, odol yang diberikan oleh drg.Petrina Chandra kepada pengurus kegiatan Ai De Xi Wang

6.Sebelum Praktek menggosok gigi anak - anak Ai De Xi Wang di berikan kelengkapan alat - alat utuk membersihkan gigi

6.Sebelum Praktek menggosok gigi anak – anak Ai De Xi Wang di berikan kelengkapan alat – alat utuk membersihkan gigi

7.drg Petrina Chandra menmberikan contoh kepada anak- anak cara menggosok gigi yang benar.

7.drg Petrina Chandra menmberikan contoh kepada anak- anak cara menggosok gigi yang benar.

8. Suasana siswa saat  mempraktekkan membersihkan gigi yang di laksanakan di halaman sekolah

8. Suasana siswa saat mempraktekkan membersihkan gigi yang di laksanakan di halaman sekolah

9. Action setelah selasai membersihkan gigi, wow bersihnya gigi saya

9. Action setelah selasai membersihkan gigi, wow bersihnya gigi saya

10. Ungkapan salah satu perserta Ai De Xi Wang yang sangat berterima kasih kepada drg.Petrina Chandra yang telah memberikan arti kebersihan diri.

10. Ungkapan salah satu perserta Ai De Xi Wang yang sangat berterima kasih kepada drg.Petrina Chandra yang telah memberikan arti kebersihan diri.

Mei 09

Peduli Bencana Nepal

Peduli Bencana Nepal, seluruh guru dan karyawan mengadakan penggalangan dana

Peduli Bencana Nepal, seluruh guru dan karyawan mengadakan penggalangan dana

Shiqu Baophing turut dalam menggalang dana Peduli Bencana Nepal (1)

Shiqu Baophing turut dalam menggalang dana Peduli Bencana Nepal (1)

Sharing Guru yang dilakukan seluruh unit Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dalam kegiatan Perenungan Master Cheng Yen setiap Kamis setelah pulang sekolah

Sharing Guru yang dilakukan seluruh unit Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dalam kegiatan Perenungan Master Cheng Yen setiap Kamis setelah pulang sekolah

Apr 27

SMK Tzu Chi : Tzu Shao 少

Tzu Shao慈少

Tanggal 18 April 2015 kegiatan Tzu Shao SMK Cinta Kasih Kasih Tzu Chi dengan komunitas Tzu Chi (FILEminimizer)

Tanggal 18 April 2015 kegiatan Tzu Shao SMK Cinta Kasih Kasih Tzu Chi dengan komunitas Tzu Chi (FILEminimizer)

Tzu-Shao adalah kelompok pemuda di bawah afiliasi cabang Tzu-Chi. Tzu-Shao menyediakan pintu bagi remaja untuk melangkah ke dunia Tzu-Chi dengan memungkinkan mereka untuk memahami dan mempraktikkan prinsip-prinsip Tzu-Chi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan filosofi Tzu-Chi sebagai panduan, Tzu-Shao berharap untuk menanamkan kepercayaan umum dalam anggota mereka, termasuk: menjadi hormat kepada semua bentuk kehidupan, mensyukuri apa yang dimiliki dan lain-lain.

Kegiatan Tzu Shao dilakukan 1 bulan sekali di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi dengan berbagai kegiatan menarik di dalamnya. Contohnya: Berkunjung ke RSKB Cinta Kasih, Berkunjung ke Panti, Membersihkan lingkungan sekitar, Games menarik dan lain-lain. Pada tanggal 18 April 2015, Tzu Shao yang dimulai pada 07:00 WIB di temani oleh para Tzu Ching melakukan berbagai permainan menarik serta menonton ceramah Master.Seperti biasa sebelum memulai kegiatan, kita membuka acara dengan berdoa terlebih dahulu, melakuka penghormatan kepada Master dan membaca 10 sila Tzu Chi dan dilanjutkan dengan memulai permainan.

Permainan pertama merupakan permainan yang melatih daya ingat kita dengan mengingat Nama – Tanggal Lahir – Nama Panggung. Permainan ini dimaksudkan agar kita lebih mengenal sesama anggota Tzu Shao dan juga menghargai orang yang sedang berbicara, dengan permainan ini kita akan lebih fokus mendengar yang lain berbicara dan mengingatnya. Karena, tanpa disadari kita tidak menghargai orang yang sedang berbicara dan menganggap remeh, jadi diharapkan dengan permainan sederhana ini, kita lebih tersadar untuk menghargai orang yang sedang berbicara.

            Permainan kedua dinamakan “Jika dan Maka”, permainan ini termasuk dalam salah satu permainan Ice Breaker yang lumayan terkenal, sebenarnya permainan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kejenuhan setelah lelah menghadapi Ulangan Tengah Semester. Cara bermainnya yaitu dengan membagi 2 kelompok yaitu “Kelompok Jika” dan “Kelompok Maka”. Kelompok Jika akan membuat kalimat dengan awalan Jika, sedangkan Kelompok Maka akan membuat kalimat awalan Maka. Kemudian kalimat-kalimat tersebut akan digabung menjadi satu kalimat yang unik dan lucu. Permainan ini berlangsung dengan begitu seru dan sangat menghibur peserta Tzu Shao. Setelah bermain, acara ditutup dengan mendengar ceramah Master, melakukan penghormatan kepada Master dan pembagian konsumsi untuk para peserta Tzu Shao.

            Dengan mengikuti kegiatan Tzu Shao rutin ini, para Peserta Didik mendapat pelajaran yang terpakai selama hidup, yang tak bisa didapatkan dalam pelajaran akademik. Dengan meluangkan waktu hanya sebulan sekali acara diadakan, namun jika dengan sepenuh hati menjalankannya akan mendapat pelajaran yang begitu berharga. Hendaknya kegiatan ini dapat mengembangkan hati para anggota Tzu Shao dengan penuh cinta kasih dan welas asih yang merupakan cita-cita Master.

“Melangkah di jalan yang benar, berusaha dengan cara yang benar, tampilkan niat yang tulus dan benar dengan tindakan nyata.”

-Kata Perenungan Master Cheng Yen-

Artikel :  Agnes Darius – SMK Tzu Chi X-AK

 


Para sahabat Tzu Shao dengan hikmadnya mendengarkan Ceramah Master Cheng Yen (FILEminimizer)

Para sahabat Tzu Shao dengan hikmadnya mendengarkan Ceramah Master Cheng Yen (FILEminimizer)

Pagi hari menjelang di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Tampak beberapa muda-mudi berkumpul di depan gedung. Mereka adalah relawan Tzu Ching yang tengah mempersiapkan acara Tzu Shao pada hari ini tanggal 18 April 2015. Relawan yang berjumah hampir sebanyak 120 orang terdiri dari berbagai kalangan pria dan wanita, muda dan senior bahu membahu saling membantu. Tampak semuanya sangat antusias dengan kegiatan Tzu Shao yang diadakan hari ini  oleh relawan Tzu Ching. Tepat pukul 6.45 pagi relawan yang ingin bersumbangsih telah kumpul di halaman sebagian dan mengisi absen yang telah disediakan adapun yang membawa bekal berupa sarapan dan makanan ringan seadanya bagi yang belum sempat menikmati sarapan pagi. Terdengar gelak tawa semua relawan.  Jam menunjukkan pukul 7.00 WIB, para guru selaku mentor mendampingi para sahabat Tzu Shao untuk membawa ke ruang Aula Lantai dua SMK Cinta Kasih Tzu Chi dimana kegiatan itu diadakan.

Acara dibuka dengan penghormatan kepada Shi Gong Shang Ren (Master Cheng Yen), melakukan doa bersama agar masyarakat dapat hidup tentram, damai serta dunia terbebas dari bencana.  melakukan Pradaksina agar hati dan pikiran tenang dalam menerima materi-materi yang akan diberikan. Acara pertama di isi dengan Ice Breaking. Untuk menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara relawan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara relawan yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat dan “Keseimbangan Sikap adalah Penentu” unsur keseimbangan yang menyangkut kehidupan kita. Balance itu salah satu unsur penting yang harus kita kuasai kan dalam menjalankan hidup, contoh paling simple adalah balancing antara otak kiri dan otak kanan. Di keseharian kita biasa mendapatkan teori-teori untuk mengasah kemampuan berpikir otak kiri kita tapi bagaimana dengan otak kanan? Sangat disayangkan jika otak kanan hanya dipandang sebelah mata, makanya itu diperlukan sebuah terobosan untuk lebih memberdayakan otak kanan kita, salah satunya dengan games semacam ice breaking.

Guru selaku mentor juga turut serta dalam permaianan tersebut, salah satunya Bu Minda sedang menjawab permaianan (FILEminimizer)

Guru selaku mentor juga turut serta dalam permaianan tersebut, salah satunya Bu Minda sedang menjawab permaianan (FILEminimizer)

Ice Breaking yang pertama dilakukan adalah “Siapa Dia” . Kami semua membuat lingkaran besar dan menunjuk seorang relawan memperkenalkan nama dan nama panggung nya, kemudian relawan kedua untuk mengulang kalimat relawan pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya begitupun selanjutnya , apabila relawan yang lain tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 3 relawan lainnya, maka ia akan menanyakan langsung pada yang bersangkutan tentang nama dan nama panggungnya. Dengan demikian kami akan mengakrabkan diri satu sama lainnya dan saling bahu-membahu dalam menggarap ladang berkah. Dilanjutkan oleh ice breaking yang kedua yaitu games “Jika Maka” kami membentuk 6 kelompok yang ditentukan oleh penomoran. Kelompok 1,2, dan 3 diberikan nama “Jika” dan kelompok 4,5 dan 6 diberi nama “Maka”. Semua kelompok “jika” diminta menulis kata-kata yang berawalan “jika” dan Semua kelompok “maka” diminta menulis kata-kata yang berawalan “maka”. Setelah itu 1 orang secara sukarela dari “kelompok jika”, dan 1 orang dari “kelompok maka”, masing-masing diminta berdiri dan bersiap-siap membaca dengan lantang. Games ini adalah mencari pasangan yang dapat dianggap pantas menjadi sebuah kalimat yang berhubungan, namun yang terjadi terlalu banyak kalimat yang tidak berhubungan yang mengundang seru tawa dari semua para relawan. Tzu ching pun menawarkan untuk sharing dari ice breaking yang telah dilakukan tadi, para sahabat Tzu Shao memaparkan apa pesan positif yang dapat diambil dari kegiatan tersebut.

Tak hanya diadakannya Ice Breaking untuk menimbulkan semangat para sahabat Tzu Shao, para sahabat Tzu Shao pun diputarkan video ceramah master cheng yen, dikesempatan ini salah satu relawan Tzu Chi memberikan penjelasan dan memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi bersifat universal membantu sesame tanpa memandang suku,agama, ras, maupun bangsa. Empat misi Tzu Chi yaitu kemanusiaan, kesehatan, peendidikan dan budaya humanis. Para relawan Tzu Chi pun dari berbagai usia dari muda-mudi sampai yang berusia lansia pun masih tetap ingin bersumbangsih dan bahu-membahu memperbaiki dan melestarikan lingkungan dengan melakukan daur ulang, walaupun lansia yang lain telah duduk santai menikmati hidupnya diluar sana. Secara fisik saya sangat yakin semua relawan cukup lelah. Tapi tidak tampak sedikitpun guratan dan keluhan dari bahasa tubuh maupun ucapan mereka. Perjuangan yang begitu banyak hingga tidak dapat disebutkan satu per satu telah dilalui bersama untuk menggarap ladang berkah sebelumnya, lalu apakah kita rela untuk merelakan perjuangan kita begitu saja sedangkan di depan kita ada sebuah ladang yang lebih besar yang dapat kita garap jika kita mau melanjutkan sedikit perjuangan yang telah kita lalui. Mari kita teruskan perjuangan yang telah kita lalui untuk terus melanjutkan menggarap ladang berkah kita yang semakin luas ini. Bersama-sama memberikan semangat untuk teman yang lain.

Artikel  : Wendy Odixius – SMK Tzu Chi -XAK

 

Salah satu sahabat Tzu Shao bernama Kurnia sedang menjawab salah satu permainan yang membutuhkan konsentrasi (FILEminimizer)

Salah satu sahabat Tzu Shao bernama Kurnia sedang menjawab salah satu permainan yang membutuhkan konsentrasi (FILEminimizer)

Michelle salah satu sahabat Tzu Shao yang duduk di kelas 12AK, yang telah melewati UN turut serta dalam kegiatan tzu Shao kali ini (FILEminimizer)

Michelle salah satu sahabat Tzu Shao yang duduk di kelas 12AK, yang telah melewati UN turut serta dalam kegiatan tzu Shao kali ini (FILEminimizer)

Kegiatan Tzu Shao kali ini, diwarnai dengan permainan Game seru yang didampingi oleh Ko Agung  (FILEminimizer)

Kegiatan Tzu Shao kali ini, diwarnai dengan permainan Game seru yang didampingi oleh Ko Agung (FILEminimizer)

Apr 07

Informasi Karir

Informasi Karir di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi :

1. Staf bagian General Affair (GA)

dengan ketentuan mengerti tentang sipil

2. Staf Direktur

dengan ketentuan mamahami alur kerja direktur pendidikan

3. Staf Perpustakaan

dengan ketentuan min. D3 perpustakaan


 

 

Keterangan  lebih Lanjut :  http://sekolahtzuchi.com/scktc/?page_id=42

Halaman 1 dari 1612345...10...Akhir »